News Update :
Showing posts with label FCBarcelona. Show all posts
Showing posts with label FCBarcelona. Show all posts

Thursday, June 9, 2011

Xavi dan Puyol masuk nominasi Golden Foot


Dua pemain Barcelona yaitu Xavi Hernandez dan Carles Puyol masuk dalam nominasi sebagai calon peraih penghargaan Golden Foot Award 2011. Penghargaan ini diberikan kepada pemain yang telah berusia 29 tahun keatas berkat prestasi mereka dalam berkarir sebagai pemain. Cetakan kaki pemenang penghargaan ini akan dipajang pada ‘football walk of fame’ kota Monte Carlo, Monako.

Pemilihan nominasi dilakukan oleh 58 jurnalis yang mewakili cabang olah raga dari berbagai negara, sedangkan pemenang ditentukan oleh para penggemar sepakbola dari seluruh dunia. Nama-nama yang masuk nominasi pada tahun ini adalah Xavi, Puyol, Raul Gonzalez, Casillas, David Beckham, Eto’o, Gianluigi Buffon, Drogba, Ryan Giggs dan Javier Zanetti.

Pada tahun lalu penghargaan Golden Foot ini diraih oleh ikon AS.Roma, Francesco Totti.

Sumber : FCBIndonesia

Feliz Cumple, Mascherano

 

Javier Mascherano, bagi para penggemar Barcelona pasti sudah mengenai nama pemain yang satu ini. Javier Mascherano, adalah pemain yang baru didatangkan oleh pelatih Pep Guardiola dari Liverpool. Pemain yang berposisi sebagai gelandang bertahan ini, kerap dijadikan sebagai Bek Tengah menggantikan posisi Puyol. Rajin membantu serangan dan menjaga pertahanan adalah kelebihan dari Pemain asal Argentina ini. Ia di datangkan dari Liverpool pada tanggal 28 Agustus 2010, ia menyetujui persyaratan kontrak selama empat tahun dengan Barcelona seharga £ 22 juta. Pemain yang memiliki nama lengkap  Javier Alejandro Mascherano ini, lahir di San Lorenzo, Santa Fe, 8 Juni 1984. Sehingga tepat hari ini dia berusia 27 Tahun . * I Feliz cumpleanos! *

Javier Alejandro Mascherano adalah pemain tengah Argentina yang bertinggi badan 171 cm dan pernah bermain di West Ham United di Liga Utama Inggris, saat ini bermain bersama Liverpool. Pada awalnya dia bergabung bersama Liverpool hanya sebagai pemain pinjaman dari Media Sports Investments pada Januari 2007 dan setahun kemudian, tepatnya Februari 2008 dia dikontrak secara permanen. karena memiliki darah Itali, Mascherano juga memegang pasport Itali. Posisinya adalah gelandang bertahan. Ia sering dijuluki El jefe (“Ketua”) atau Jefecito. Hingga 30 Juni 2006, ia telah tampil sebanyak 20 kali bersama Argentina. Mascherano adalah pemegang dua medali emas sepak bola olimpiade, dia adalah pemain sepak bola laki-laki pertama yang memenangi dua gelar tersebut sejak 1928.

Pada September 2001, Mascherano menjadi bagian dari tim Argentina yang meraih posisi keempat pada kejuaraan dunia junior dibawah usia 17 tahun 2001. Karena permainannya yang menawan pada tim junior Argentina membuat dia dipanggil untuk bermain di tim senior sebelum memulai debutnya bersama River Plate. Itu terjadi saat Argentina berhadapan dengan Uruguay dalam sebuah pertandingan persahabatan pada 16 Juli 2003.

Di pertengahan Kejuaraan Apertura 2003 -2004, Mascherano kembali dipanggil untuk mengikuti Kejuaraan dunia junior tahun 2003. Tim Argentina U 20 kembali meraih posisi keempat. Saat itu Argentina bermain sangat menawan dengan Mascherano didalamnya. Namun Mascherano dilarang bermain pada perebutan posisi ketiga karena akumulasi kartu.

Januari 2004, Mascherano dipanggil untuk bergabung bersama tim Argentina U 23 dalam Turnamen Pra Olimpiade Amerika Selatan di Chili. Saat itu Argentina berhasil memenangkan turnamen.

Pada akhir musim 2003-2004 Mascherano termasuk dalam skuad tim Argentina untuk Copa América 2004. Argentina kalah dari Brasil pada babak final melalui adu penalti, namun penampilan impresif Mascherano membuat dia terpilih sebagai pemain terbaik Argentina dalam turnamen tersebut ats pilihan rekan setimnya.
Agustus 2004, Mascherano kembali menjadi bagian tim Argentina pada Olimpiade Athena 2004 dimana saat itu Argentina berhasil menjuarai cabang sepak bola dan meraih medali emas.

Juni 2005, Mascherano masuk dalam skuad Argentina untuk Piala Konfederasi 2005 di Jerman. Argentina kembali bertemu Brazil di final dan kalah 4-1.

Pada Piala Dunia 2006, Mascherano bermain secara penuh di semua pertandingan yang dilakoni Argentina. Dia menerima kartu merah saat Argentina bermain melawan Amerika Serikat dalam sebuah partai persahabatan di Giants Stadium karena pelanggarannya terhadap Freddy Adu pada menit ke 87.

Pada Juli 2007, Masche mencetak gol pertamanya bersama tim Argentina pada Copa América 2007 dan terpilih sebagai pemain terbaik Argentina dalam tim yang dipenuhi bintang tersebut.

Pada 2008 Mascherano terpilih untuk mewakili Argentina pada Olimpiade Beijing sebagai salah satu pemain dengan usia diatas 23 tahun bersama Juan Román Riquelme dan Nicolás Pareja. Mascherano sangat tersanjung dang berkata “Adalah sangat penting bagi setiap atlet untuk mempertahankan medali emas. Mungkin saya akan jadi satu-satunya orang Argentina yang pernah melakukan itu dan akan tercatat dalam sejarah.” Argentina berhasil mempertahankan medali emas dan membuat Mascherano menjadi olahragawan pertama Argentina yang meraih dua medali emas olimpiade.

Pada Piala Dunia 2010, Argentina dikapteni oleh Mascherano, sampai ke perempat final dimana mereka dikalahkan 4-0 oleh Jerman.

Kemudian di awal musim 2010-2011 ia memutuskan untuk hijrah ke La Liga, tepatnya bergabung ke raksasa  Catalunya Barcelona. 

Karier senior
Tahun                         Tim             Tampil             (Gol)
2003–2005       River Plate               46                 (0)
2005–2006      Corinthians               17                 (0)
2006–2007      West Ham United      5                  (0)
2007–2010      Liverpool                  94                 (3)
2010-               Barcelona                 21                 (0)

Tim nasional
2003–              Argentina                 66                 (2)

Sumber : FCBIndonesia

Monday, June 6, 2011

Barca di media Amerika Serikat


Cemerlangnya prestasi Barcelona di dunia sepak bola saat ini menjadi berita besar di seluruh dunia. Berkat permainan memikat dan kemampuan daya serang yang tinggi ke pertahanan lawan serta raihan total 10 piala sejak diasuh oleh Guardiola pemberitaan menyebar ke berbagai negara.
Majalah berita terkenal ‘Newsweek’ dengan jumlah pembaca sekitar 2.5 juta orang di dunia, distribusi dan oplah Newsweek hanya kalah dari majalah TIME sebagai majalah berbahasa Inggris dari Amerika, akan menjadikan kesuksesan Barca sebagai berita utamanya dengan judul, “Barca ! Tim sepak bola terbaik ?” dan sampulnya foto Pep Guardiola saat merayakan kemenangan. Hal ini tentunya sangat spesial bagi Barca mengingat olah raga favorit bagi masyarakat Amerika masih di dominasi oleh bola basket dan rugby.
Situs resmi Barca akan memberitakan hal ini pada akhir minggu nanti sedangkan penerbitan berita tentang Barca oleh majalah Newsweek ini akan terbit pada edisi 13 Juni 2011.

Sumber : FCBIndonesia

Sunday, June 5, 2011

Apakah Anda Benar Fans Barcelona ?

Bagi anda pecinta klub sepakbola FC Barcelona, silahkan bergabung bersama komunitas fans club barcelona di sini atau di sini


Sumber : Searching on google

Saturday, June 4, 2011

Messi raih Trofeo Alfredo Di Stefano 2011


Pemain bintang Barcelona Lionel Messi hari Rabu malam kemarin dikabarkan akan meraih penghargaan Trofeo Alfredo di Stefano edisi musim 2010-2011.

Penghargaan yang menggunakan nama legenda el Real, Alfredo di Stefano ini baru diadakan sejak 4 tahun lalu dan di sponsori oleh media pro Madrid, Marca. Alfredo sendiri saat ini masih aktif mendampingi pemain baru yang dibeli oleh Real Madrid pada saat melakukan perkenalan dan jumpa pers perdana di Stadion Bernabeu.

Meskipun sudah uzur dan legenda paling di hormati oleh kubu Madrid, Stefano tidak segan berkomentar pedas terhadap klub nya sendiri, dia pernah berkata Messi adalah pemain terbaik dan dia tidak peduli bila Madridista tidak menyukai pendapatnya. Di musim ini bahkan lebih menyengat telinga, setelah Madrid dikalahkan 5-0 di el Clasico pertama di Camp Nou pada akhir wawancara dia berkomentar, Barcelona main seperti singa dan Madrid bagaikan tikus.

Raul Gonzales merupakan pemain pertama yang meraih penghargaan ini di tahun 2008, dan Messi meraih lagi di tahun ini sehingga Messi menciptakan hatrik, 2009, 2010, 2011. Trofeo ini merupakan penghargaan individu untuk pemain terbaik liga Spanyol di musim yang baru berlalu dan Stefano sendiri yang menyerahkan piala tersebut kepada pemenang.

Beberapa juri untuk penghargaan edisi tahun ini terdapat nama-nama Emilio Butragueno, Fernando Hierro, Fabio Capello. Koran Marca akan menjadikan hal ini menjadi berita utama pada edisi Kamis 2 Juni 2011.

Sumber : FCBIndonesia

Wednesday, June 1, 2011

FC Barcelona – Manchester United Dalam Angka

Barcelona menunjukkan permainan yang jelas berbeda dengan Manchester United, dan semuanya semakin jelas dari catatan statistik.

Barcelona menundukkan Manchester United di final Liga Champions musim ini dengan keunggulan 3-1 di stadion Wembley, London, Inggris, Minggu kemarin.

Hasil itu menegaskan keunggulan Barcelona atas Manchester United. Tapi ada catatan statistik lain yang menyatakan Barcelona memiliki kelas yang lebih baik dari tim Inggris itu.
Di bawah ini adalah catatan statistik selama 90 menit pertandingan antara Barcelona dan Manchester United versi Opta.

777 Jumlah umpan yang dilakukan pemain Barcelona di final, lebih baik dua kali lipat dari Manchester United yang hanya melepas 357 umpan. Barca menguasai bola sebanyak 69 persen.

148 Umpan yang dilakukan Xavi Hernandez sepanjang pertandingan, yang merupakan rekor tertinggi di Liga Champions musim ini. Rata-rata umpannya sukses menuai sasaran mencapai 95 persen. Xavi hanya gagal 7 kali melepas bola ke rekannya
 
90 Persentase umpan sukses pemain Barcelona. United hanya 80 persen.
 
60 Umpan yang dilakukan antara Xavi dan Andres Iniesta. Sedangkan tandem United yang paling sering melakukan umpan satu sama lain adalah Rio Ferdinand dan Nemanja Vidic.
 
55 Jumlah umpan Iniesta dan Xavi ke Lionel Messi
 
18 Jumlah umpan yang dilepas Victor Valdes, dua umpan lebih baik dari striker United Javier Hernandez
 
16 Jumlah pelanggaran yang dilakukan pemain United kepada pemain Barcelona. Sebaliknya, Barcelona hanya lima kali melanggar pemain United.
 
15 drible oleh Messi, di mana sepuluh di antaranya lolos dari hadangan pemain United. Sedangkan di kubu United, Wayne Rooney menjadi pemain yang paling sering melakukan dribel dengan enam usaha.
 
12 Tendangan ke arah gawang oleh Barcelona. Messi dan Iniesta sama-sama melepas tiga tendangan.
 
11,95 Menurut UEFA, jumlah tersebut merupakan jarak jelajah Xavi di sepanjang pertandingan dalam satuan kilometer, yang merupakan tertinggi di skuad Barcelona. Sedangkan Ryan Giggs menjadi yang tertinggi dengan 11,16 kilometer.
 
1 Jumlah tendangan ke arah gawang oleh Manchester United. Satu tendangan itu adalah gol Wayne Rooney di menit 34.

Sumber : FCBIndonesia

Saturday, May 28, 2011

FC BARCELONA PERMALUKAN MANCHESTER UNITED 3-1 DI WEMBLEY


LONDON, Ichtech Blog - Barcelona berpesta. "Blaugrana" berhasil menjadi juara Liga Champions musim ini setelah menang telak 3-1 atas Manchester United di laga final, Sabtu atau Minggu (29/5/2011) dini hari WIB. Ini gelar keempat Barcelona.

MU mengejutkan banyak pihak dengan berani main menekan di awal babak. Beberapa kali para pemain "Red Devils" memaksa kiper Barcelona, Victor Valdes keluar sarangnya untuk memotong peluang dari Waye Rooney dkk. Serangan MU begitu hidup dengan pergerakan Rooney, Javier Hernandez, Ryan Giggs, Antonio Valencia, dan Park Ji-Sung.

Meski begitu, akhirnya Barcelona lebih sering menguasai bola dan menunggu hingga ada celah untuk melancarkan serangan. Namun, di awal-awal babak pertama, pertahanan MU bermain sangat disiplin sehingga membuat Xavi Hernadez dkk kesulitan untuk menerobos masuk ke kotak penalti pasukan Sir Alex Ferguson tersebut.

Memasuki menit ke-15, Barcelona mulai mengambil alih kontrol pertandingan. "Braulgrana" berhasil memaksa MU untuk tampil bertahan. Bahkan, mereka beberapa kali menciptakan peluang meski belum menemui hasilnya.

Barcelona akhirnya memecah kebuntuan di menit ke-27. Memanfaatkan umpan terobosan dari Xavi, Pedro Rodriguez berhasil memperdaya kiper MU, Edwin van der Sar. Bola hasil tendangannya berhasil menusuk sisi kiri gawang "Red Devils".

Selang tujuh menit dari gol Barca, MU membalas. Kerja sama Rooney dengan Giggs diakhiri dengan tendangan keras kaki kanan Rooney. Bola yang menghujam sudut kanan atas gawang Barcelona dan tak mampu dibendung oleh Valdes.

Kedudukan 1-1 bertahan hingga turun minum.

Di babak kedua, Barcelona langsung mengambil inisiatif serangan. Beberapa kali mereka mampu menembus pertahanan MU dan masuk ke kotak penalti untuk menciptakan peluang. Salah satu peluang terbaik Barca diraih Dani Alves pada menit ke-51. Sayang, meski sudah berdiri bebas dan berhadapan satu lawan satu dengan Van der Sar, Alves gagal menundukkan kiper berkebangsaan Belanda tersebut.

Barcelona akhirnya berhasil unggul 2-1 di menit ke-53. Tendangan kaki kiri Messi dari luar kotak penalti membuat bola meluncur deras ke gawang MU. Van der Sar yang terlihat salah posisi dalam mengantisipasi bola gagal menyelamatkan gawangnya.


Messi hampir mencetak gol keduanya di menit ke-63. Beruntung bagi MU, kali ini Van der Sar mampu mengantisipasi bola hasil tendangan Messi dengan sempurna.

MU benar-benar dibuat tertekan oleh Barca. Pergerakan Messi, Iniesta, dan Xavi membaut ketar-ketir gelandang dan bek "Red Devils". Van der Sar pun dipaksa kerja keras dalam menahan tembakan para pemain Barcelona, termasuk tendangan Xavi pada menit ke-66 dan Iniesta pada menit ke-67.

Barcelona makin membuat derita MU di menit ke-69. Umpan pendek dari Sergio Busquets disambut baik oleh Villa yang akhirnya melepaskan tendangan melengkung ke gawang MU. Van der Sar yang sudah berupaya keras menghalau bola hanya bisa menerima gawangnya dijebol untuk ketiga kalinya.

Meski beberapa kali mencoba, MU gagal untuk menyamakan kedudukan. Bahkan untuk memperkecil kekalahan mereka pun kesulitan. Kedudukan 3-1 bertahan hingga akhir pertandingan yang disambut sorak sorai pendukung Barcelona yang merayakan gelar Liga Champions keempat mereka sepanjang sejarah.

Susunan pemain

Barcelona: Victor Valdes, Dani Alves (Carles Puyol 88), Gerrard Pique, Javier Mascherano, Eric Abidal, Sergio Busquets, Xavi Hernandez, Andres Iniesta, Pedro Rodriguez (Ibrahim Affelay 92), Lionel Messi, David Villa (Seydou Keita 86)

Man United: Edwin van der Sar, Fabio da Silva (Luis Nani 69), Rio Ferdinand, Nemanja Vidic, Patrice Evra, Antonio Valencia, Michael Carrick (Paul Scholes 77), Ryan Giggs, Park-Ji Sung, Wayne Rooney, Javier Hernandez

Thursday, May 19, 2011

UNICEF dan Barca akan berlanjut


Kerja sama antara badan PBB UNICEF dan Barcelona diberitakan akan segera berlanjut, demikian kabar yang resmi dikeluarkan web resmi Barca. Kontrak kerja sama yang dijadwalkan berakhir pada bulan Juni 2011 tersebut dipastikan segera diperbaharui di bulan yang sama.
Poin-poin kontrak baru belum memasuki tahap pembicaraan karena hal itu akan dilakukan pada bulan Juni, demikian hal nya dengan fokus, visi dan misi dalam kerja sama tersebut. Saat ini kesepakatan yang telah dibuat adalah keinginan dari pihak manajemen Barca dan UNICEF melanjutkan kerja sama tersebut.
Perubahan yang terjadi adalah tulisan dan logo UNICEF yang selama ini tertera di bagian depan kostum Barca akan berpindah ke bagian belakang dan berada tepat dibawah nomor punggung pemain, sebagai gantinya di bagian depan akan di isi oleh lambang sponsor utama Barca untuk musim depan yaitu Qatar Foundation.

Sumber : FCBIndonesia

Saturday, May 14, 2011

Barcelona: Juara Liga Musim 2010/2011

Barcelona resmi menjuarai La Liga 2010/11 usai meraih hasil imbang 1-1 di Ciutat de Valencia. Gelar juara La Liga ketiga secara beruntun sejak musim 2008/09 sukses diamankan Barcelona. Hasil seri 1-1 di kandang Levante, Kamis (12 Mei 2011) dinihari WIB, cukup untuk membuat koleksi poin mereka bertambah menjadi 92. Keunggulan enam angka memang masih mungkin disamai Real Madrid di dua jornada tersisa, tapi Tim Catalan unggul head-to-head atas sang rival abadi.
Sadar cuma butuh satu poin dari laga di Ciutat de Valencia, armada pimpinan Pep Guardiola terlihat tidak terlalu ngotot mengumbar serangan. Kendati begitu, penguasaan bola yang dominan tetap diperlihatkan Barcelona.Namun, Levante yang banyak mengandalkan serangan balik sempat beberapa kali mengancam dengan memanfaatkan kegugupan barisan pertahanan Barca.
Seydou Keita muncul sebagai pemecah kebuntuan skor di menit ke-28. Gelandang Barca berkebangsaan Mali itu menyambut umpan lambung terukur dari Xavi Hernandez dengan sundulan keras untuk merobek gawang Gustavo Munua. Keunggulan 1-0 membuat para jugador Barca tampil semakin percaya diri, tapi kans dari Eric Abidal dan David Villa masih menemui kegagalan.
Di menit ke-41, Gerard Pique melakukan kesalahan fatal yang membuat Levante sanggup menyamakan kedudukan. Tendangan sang bek yang bermaksud menyapu bola meleset, Felipe Caceido pun leluasa membobol gawang Victor Valdes.
Tak berapa lama kemudian, tendangan bebas Lionel Messi masih meleset tipis. Skor 1-1 pun menutup paruh pertama.Setelah turun minum, Barca ogah melepaskan kendali permainan dengan Messi sebagai motor serangan.

Pada menit ke-56, La Pulga meliuk-liuk melewati beberapa pemain Levante. Sayang, tendangannya hanya membentur tiang gawang Munua. 15 menit berselang, kembali Messi mampu meloloskan diri dari sergapan pemain bertahan tuan rumah. Tapi ia lagi-lagi gagal masuk scoresheet karena sepakannya yang sedikit berbelok arah setelah mengenai bek Levante masih melebar.
Di waktu tersisa, Barca berusaha menghemat tenaga dan terus mengandalkan possession football. Skor 1-1 terus terjaga sampai peluit panjang dibunyikan wasit Jose Luis Paradas Romero. Fans Barcelona pun berpesta menyambut titel La Liga ke-21.

Berikut adalah Titel Liga Ketujuh Barca di Luar Kandang :
Musim 1928/1929 di Getxo
Pada tanggal 30 Juni 1929, Barca memenangi titel liga pertama mereka usai mengalahkan Arenas Club de Getxo dengan skor 2-0 berkat dua gol Parera.
Musim 1958/1959 di Madrid
Tanggal 12 April 1959, Barca di bawah asuhan Helenio Herrera memenangi liga berkat hasil imbang 1-1 di kandang Atletico Madrid.
Musim 1973/1974 di Gijon
Tanggal 7 April 1974, Barca yang diperkuat Johan Cruyff memastikan titel liga usai menang 4-2 atas tuan rumah Sporting Gijon.
Musim 1984/1985 di Valladolid
Barca memenangi titel liga kesepuluhnya pada tanggal 24 Maret 1985. Kemenangan 2-1 atas tuan rumah Real Valladolid membuat mereka aman dari kejaran Atletico.
Musim 1998/1999 di Vitoria
Kemenangan 4-1 di markas Alaves pada tanggal 22 Mei 1999 memastikan Barca merengkuh titel liga ke-17
Musim 2004/2005 di Levante
Tanggal 14 Mei 2005, gol Samuel Eto’o memaksakan hasil imbang 1-1 di kandang Levante dan memastikan Barca jadi juara.
Musim 2010/2011 di Levante
Kejadian tahun 2005 terulang enam tahun kemudian. Dengan hasil sama, 1-1, Barca memastikan gelar juara meski masih ada dua laga tersisa

Susunan Pemain
Levante: Munua; Nano, Ballesteros, Juanfran, Javi Venta, Pallardo (Larrea 81), Xavi Torres, Vicente Iborra, Xisco Nadal, Caicedo (Stuani 75), Valdo
Barcelona: Valdes; Pique, Mascherano, Abidal (Fontas 62), Dani Alves, Busquets, Keita, Xavi, David Villa (Pedro 86), Afellay, Messi
 
Sumber : FCBIndonesia.com
 

Friday, May 13, 2011

Situs Resmi FC Barcelona Indonesia, Ayo Gabung Barcelonista..


Bagi pecinta sepakbola khususnya para penggemar Barcelona. Ayo gabung dan jadi member FCBI, tujuan  dari website ini adalah untuk mempererat tali persaudaraan sesama pendukung Barcelona dalam berinteraksi, berbagi info dan berdiskusi mengenai berbagai hal menyangkut klub kebanggaan kita bersama. Forum yang ada juga bisa menjadi sarana one stop shopping bagi para pendukung untuk mengakses berbagai macam hal mengenai FC.Barcelona

Silahkan kunjungi dan menjadi member bersama kami disini
dan dapatkan kartu id card member dan tshirt eksklusif dari FCBI.



Visca Barca, Salam Barcelonista..:)

Tuesday, May 10, 2011

Gol Tangan Tuhan Maradona & Messi

Gol tangan Tuhan terjadi tanggal 22 Juni, 1986 di Estadio Azteca, Mexico City. Ketika gocekan Diego Maradona melewati 5 pemain Inggris lalu diumpan sampai bola melambung ke atas. Maradona pun menyambut dengan tangannya. Saat itulah bola masuk ke gawang Inggris. Gol ini terjadi di menit 51'. Sayangnya, teknologi saat itu belum secanggih sekarang, sehingga kurang terlihat dengan jelas. Wasit asal Tunisia ini pun mensahkan gol meski beberapa pemain Inggris memprotes masalah ini.
Hanya saja 19 tahun kemudian, Maradona akhirnya mengakui gol tangan tuhannya itu.

Meski banyak pemain "the next Maradona" seperti Pablo Aimar, Hernan Crespo atau Gabriel Omar Batistuta, Lionel Messi layak disebut Maradona baru karena gol tangan tuhannya muncul lagi. Gol ini muncul di Copa del Rey untuk Barcelona, bukan di Piala Dunia FIFA untuk Argentina, seperti Maradona. Nama Messi langsung meroket dengan kejadian ini, hanya saja Barcelona gagal juara Copa del Rey yang direbut Sevilla, tidak seperti Argentina yang juara Piala Dunia FIFA 1986 

Silahkan anda melihat Video Gol Tangan Tuhan :

Versi Maradona

Versi Lionel Messi


Messi dan Maradona sangat mirip bukan. :)

Sumber : Wikipedia & Youtube

Sunday, April 17, 2011

Dua Penalti Tentukan El Clasico

Penalti dari dua bintang, Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi, mengakhiri El Clasico, 1-1. 

Real Madrid menahan imbang Barcelona 1-1 pada lanjutan Primera Liga Spanyol bertajuk El Clasico, Sabtu (16/4) malam.


Kedua gol diciptakan dua bintang masing-masing tim, Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi, melalui titik putih penalti. Bagi Ronaldo, gol tersebut merupakan yang pertama baginya ke gawang Barcelona. Sementara, gol Messi adalah yang pertama ke gawang tim yang ditangani Jose Mourinho.

El Clasico ini merupakan edisi pertama dari empat pertandingan yang akan dijalani kedua tim dalam dua pekan ke depan. Setelah ini, Madrid dan Barcelona akan saling berhadapan di final Copa del Rey serta dua laga semi-final Liga Champions.

Kedua tim melakukan perubahan dalam susunan tim inti. Madrid mengistirahatkan Mesut Oezil di bangku cadangan dan menempatkan Pepe di lini tengah dalam formasi 4-3-3. Sementara, Barcelona kembali memainkan kapten Carles Puyol di lini belakang sebagai tandem Gerard Pique.

Pertandingan dimulai dengan tempo lamban. Setelah saling berhati-hati, Barcelona menuai peluang bersih pertama pada menit ke-19. Umpan Andres Iniesta mencapai jalur lari Messi, tetapi tendangan lob pemain mungil itu mampu dijangkau Iker Casillas.

Delapan menit berselang, David Villa menyambut umpan terobosan Messi. Casillas langsung menghadang dan Villa terjatuh. Para pemain Barcelona meminta penalti, tapi tidak digubris wasit Cesar Muniz Fernandez.

Madrid membalas. Dari sebuah tendangan penjuru, sundulan Ronaldo hampir saja menembus gawang Barcelona kalau saja tidak dimentahkan Adriano.

Pertandingan menjadi lebih hidup di babak kedua. Menit 49, Ronaldo hampir membuka keunggulan bagi Los Merengues. Tendangan bebasnya dari jarak 25 yard menghantam tiang gawang tanpa dapat dijangkau Victor Valdes.

Dua menit berselang, upaya Raul Albiol mencegah Villa melepaskan tembakan di dalam kotak penalti berbuah hukuman tendangan duabelas pas oleh wasit. Tak cuma penalti, kartu merah juga dihadiahkan Muniz Fernandez kepada Albiol. Tanpa kesulitan, Messi menaklukkan Casillas saat mengeksekusi penalti.

Tertinggal, Mourinho menjawabnya dengan memasukkan sejumlah pemain bernaluri menyerang. Pepe dipertahankan sebagai perusak ritme di lini tengah, sedangkan Xabi Alonso dan Karim Benzema ditarik keluar untuk digantikan dengan Mesut Oezil dan Emmanuel Adebayor.

Masuknya Oezil membuat Madrid mampu mengimbangi tempo permainan lawan. Apalagi Barcelona harus kehilangan Puyol dan Adriano akibat cedera. Menit 81, Madrid akhirnya menyamakan kedudukan. Penetrasi Marcelo diakhiri dengan tekel Dani Alves di area terlarang. Penalti untuk Madrid. Valdes menerima kartu kuning akibat memprotes keras keputusan Muniz Fernandez karena menilai Marcelo melakukan diving, tetapi hukuman tetap dijalankan. Dari titik putih, Ronaldo menyeimbangkan kedudukan.

Sisa pertandingan tidak membuahkan gol tambahan untuk kedua tim. Barcelona pun masih memimpin klasemen Primera Liga dengan keunggulan delapan poin atas Madrid. Kedua tim akan kembali berjumpa di final Copa del Rey, Rabu mendatang.

 
Sumber : goal.com

Friday, March 25, 2011

Jadwal Perempat & Semifinal Final Liga Champion 2011

Jadwal perempat final liga champions 2011 sudah di umumkan jumat kemarin, dimana partai seru antar Manchester united vs Chelsea terjadi pada babak 8 besar ini, bagi anda yang ingin melihat hasil undian babak perempat final berikut ini hasil undiannya

Jadwal PerempatFinal Liga champions 2011, jadwal siaran langsung perempat final liga champions RCTI


Laga Perempatfinal Liga Champions 2011:*
1. Real Madrid vs Tottenham Hotspur
2. Chelsea vs Manchester United
3. Barcelona vs Shakhtar Donetsk
4. Inter Milan vs Schalke 04

(*) Tim yang disebut lebih dulu jadi tuan rumah leg I

Chelsea dan Manchester United harus saling bunuh di perempatfinal Liga Champions. Sementara itu juara bertahan Inter Milan kembali berhadapan dengan tim Jerman.

Duel Inggris tersaji di perempatfinal seiring dengan diundinya Chelsea untuk menghadapi MU. Chelsea akan menjadi tuan rumah leg I pada 5/6 April dan MU gantian jadi tuan rumah pada 12/13 April.

Satu wakil Inggris lain, Tottenham Hotspur sementara itu dihadapkan dengan wakil asal Spanyol Real Madrid. Sedangkan klub Spanyol lain, Barcelona, kebagian tim asal Ukraina Shakhtar Donetsk.

Satu partai perempatfinal lain akan mempertemukan satu-satunya wakil Italia di kompetisi Eropa, Inter, dengan Schalke 04. Sebelumnya Inter juga menyisihkan tim Jerman lain, Bayern Munich, di babak 16 besar.

Pertandingan Semifinal Liga Champions 2011/2012:
1. Pemenang perempatfinal 4 lawan Pemenang perempatfinal 2
2. Pemenang perempatfinal 1 lawan Pemenang perempatfinal 3

Final Liga Champions 2011:
Pemenang semifinal 2 lawan Pemenang semifinal 1

Jadwal Lengkap Liga Champions 2011:
Perempatfinal 5/6 April dan 12/13 April
Semifinal 26/27 April dan 3/4 Mei
Final 28 Mei (di Wembley)

Sumber : FIFA

Sunday, March 13, 2011

La Masia, Rumah Batu Tempat Legenda Sepak Bola Dunia Ditempa

Calon Bintang Harus Tidur Siang, Main Bola Maksimal 1,5 Jam
Jika rakyat Indonesia hari-hari ini sedang memperjuangkan terbentuknya tim sepak bola yang tak terkalahkan, warga Barcelona sudah mewujudkannya. Saat ke Spanyol pekan lalu, wartawan Jawa Pos Abdul Rokhim menyaksikan bagaimana mimpi itu direalisasikan FC Barcelona melalui La Masia. Setelah seumur hidup selalu menonton pertandingan tim Barcelona hanya di layar kaca, ada rasa syukur luar biasa saat bisa melihat langsung dan menginjakkan kaki di markasnya, Camp Nou. Bagi maniak bola, stadion terbesar di Eropa sekaligus terbesar ketujuh di dunia itu seakan menjadi tujuan wajib saat berkunjung ke Barcelona.
Pesona Camp Nou menyisihkan pilihan wisata lain yang sebetulnya tak kalah menarik. Misalnya, menyusuri jalur pedestrian (pejalan kaki) terkemuka La Rambla dan mengunjungi karya arsitek Antoni Gaudi yang memenuhi sudut-sudut kota di bibir Laut Mediterania itu.
http://www.thehardtackle.com/wp-content/uploads/2010/11/La_Mas%C3%ADa_de_FC_Barcelona.jpg
Sayangnya, saat dikunjungi pada 16 Februari lalu, pemilik Camp Nou, tim Barcelona, sedang menjalani laga tandang babak 16 besar Liga Champions ke Stadion Emirates, markas Arsenal. Namun, kekecewaan itu terobati dengan kepuasaan saat ikut tur bertajuk “Camp Nou Experience”. Dengan membayar 19 euro (sekitar Rp 200 ribu), seluruh pernik tentang tim Barcelona, mulai sejarah berdirinya, ruang ganti pemain, hingga empuknya kursi sang pelatih Pep Guardiola di pinggir lapangan, tuntas dirasakan dalam tempo dua jam.
http://www.resultados-futbol.com/messi-su-epoca-cadete-masia-rf_13511.jpg
Di antara semua jejak monumen yang membuat FC Barcelona menjadi tim paling disegani di dunia itu, ada satu spot kunjungan yang paling mengesankan. Yakni, La Masia de Can Planes. Memandang dari luar, sulit mencari keistimewaan rumah batu tua cokelat dengan dua lantai dan seluas 610 m2 itu. Arsitekturnya kontras dengan Camp Nou yang menjulang di sebelahnya dengan delapan lantai dan luas hampir enam hektare.
Memang, keistimewaan La Masia yang arti harfiahnya “rumah petani” itu tidak tergambar dari bentuk fisiknya. Tour leader menyebutkan, seluruh warga Barcelona sangat mencintai dan menghormati La Masia. Sebab, La Masia adalah “pabrik” pemain muda berbakat yang rutin memasok skuad utama tim senior Barcelona.
Kesuksesan Barcelona menjadi satu-satunya klub sepanjang sejarah yang memenangi semua (enam) trofi yang diperebutkan pada musim 2009-2010 terjadi karena magis La Masia. Tujuh di antara 11 pemain yang menjadi line up timnas Spanyol saat menjuarai Piala Dunia 2010 adalah alumnus La Masia.
Selain itu, tiga finalis pemain terbaik dunia FIFA 2010, Lionel Messi, Andreas Iniesta, dan Xavi Hernandez, adalah hasil didikan La Masia. Bahkan, La Masia merupakan almamater bagi sejumlah bintang seperti Cesc Fabregas (Arsenal) dan Jose Manuel Reina (Liverpool).
Tak puas dengan informasi saat tur yang serbasingkat dan dijelaskan dari jauh, Jawa Pos kembali mendatangi gedung tua yang dibangun pada 1792 itu. Karena tak ada pagar yang menutupi, La Masia terkesan ramah. Meski belum membuat janji, Jawa Pos disambut ramah seorang lelaki tinggi tegap yang dengan ramah memperkenalkan diri sebagai salah seorang pelatih klub muda Barcelona, Albert Capellas.
Saat itu, siang bolong sekitar pukul 13.00 waktu setempat, suasana La Masia terlihat lengang. Tak tampak penghuni asrama yang berumur 9-15 tahun tersebut. Capellas menyatakan, 10 anak yang tinggal di La Masia sejak pukul 08.00 diantar dengan bus ke sekolah-sekolah terdekat. “Nanti sekitar pukul tiga mereka datang. Namun, Anda tetap tak boleh mengganggu, karena mereka harus cepat makan dan tak boleh meninggalkan istirahat siang,” jelas pria 42 tahun itu memperingatkan.
Memang, meski tinggal di akademi sepak bola terbaik di dunia, tak berarti para remaja tersebut sehari-hari hanya disibukkan urusan bola. Bahkan, Capellas menegaskan, sejujurnya para penghuni La Masia tidak banyak mencurahkan waktu untuk bermain bola.
“Dalam sepekan, rata-rata hanya satu setengah jam per hari. Kecuali ada kompetisi, ada lebih sekitar satu jam,” ungkapnya.
Setiap hari, para calon bintang itu malah diminta bekerja keras menyelesaikan tugas sekolah. Setiap pemain juga diharuskan mengikuti kelas tambahan tanpa pembimbing di La Masia setelah pulang sekolah.
“Dengan cara itu, mereka yang gagal masuk ke dunia sepak bola profesional bisa memilih masuk universitas atau mencari pekerjaan,” lanjut Capellas yang juga alumnus La Masia periode 1984-1988 itu atau adik kelas setahun pelatih Pep Guardiola.
Dari daftar kegiatan yang ditulis di sebuah plakat di depan ruang makan, diketahui penghuni La Masia memulai kegiatan pukul delapan pagi dengan berangkat ke sekolah. Kegiatan belajar di luar berakhir pada pukul tiga siang saat makan siang. Setelah tidur siang sejam, mereka belajar secara mandiri selama dua jam. Pukul enam sore, para talenta dari Brazil, Argentina, Hungaria, Georgia, Kamerun, dan Senegal itu berlatih sepak bola secara tertutup di kamp latihan Sant Joan Despi yang berjarak 1 km dari La Masia. Pukul 21.15, mereka makan malam dan lampu asrama dimatikan pukul 23.30.
Sambil menunggu penghuni La Masia pulang sekolah, selama dua jam Capellas mengajak Jawa Pos melihat foto-foto lama mantan penghuni La Masia di sebuah album sekaligus melihat kesibukan para koki di dapur yang sedang mempersiapkan makan siang. Dari foto-foto yang dipampang di dinding, tampak wajah-wajah yang familier seperti Gerard Pique, Iniesta, Xavi, Bojan Krkic, Messi, dan Fabregas, namun dengan penampilan yang jauh lebih muda. “Itu Messi saat umur 14 tahun atau setelah setahun di La Masia. Dia dulu sangat pendiam. Fabregas dan Pique yang setahun lebih senior selalu menggodanya,” ujar Capellas sambil menunjuk seorang remaja imut berambut panjang.
Di dinding ruang makan yang terdiri atas empat meja memanjang, terpampang foto upacara kelulusan kapten Barcelona Carles Puyol dan pelatih Pep Guardiola. sampai di ruang dapur, yang lebih mirip sebuah bar, terlihat tumpukan telur, tepung, serta kotak besar berisi buah kiwi. “Ini adalah stok makan untuk hari ini dan besok. Semua mengandung gizi terbaik,” tegas Capellas.
Dia kemudian menjelaskan, FC Barcelona memenuhi semua kebutuhan penghuni La Masia dan menanggung semua biaya operasionalnya. Biaya itu, antara lain, membayar beasiswa, uang saku harian, serta akomodasi makan dan tempat tinggal bagi 10 penghuni kamp La Masia serta 50 anak lain yang tinggal di asrama di Camp Nou.
Di luar itu adalah biaya untuk gaji 110 pegawai yang terdiri atas orang dengan berbagai profesi. Ada tim pelatih seperti Capellas, dokter ahli gizi, juru masak, tim keamanan, psikolog, administrasi, hingga petugas kebersihan asrama dan lapangan. “Setiap tahun, tak kurang dari 5 juta euro (sekitar Rp 60 miliar) dana dikeluarkan klub untuk La Masia,” ungkap Capellas.
Jika dibanding nilai pemain yang dihasilkan, (misalnya Messi seorang, seandainya dilepas, Barca akan membanderol di atas 100 juta euro) jumlah tersebut tentu tidak ada artinya.
Saat asyik ngobrol itulah, satu per satu mobil yang mengantar pulang para pemain muda Barcelona dari sekolahnya mulai berdatangan. Dengan menunjukkan ekspresi menyesal, Capellas memohon Jawa Pos keluar. “Di sini kami mengajarkan disiplin, ketertiban, kendali, dan kami mencoba menunjukkan bahwa seorang pemain bola bisa menjadi bintang tanpa harus pamer,” ucapnya.
http://lagabola.com/wp-content/uploads/2010/12/Iniesta-Reuters.jpg
Agar tamunya tak terlalu kecewa, Capellas meminta salah seorang staf untuk mengantar Jawa Pos ke koordinator akademi sepak bola klub, Albert Puig, di kantor FC Barcelona di salah satu ruang perkantoran di Stadion Camp Nou.
Pria tinggi besar yang rambutnya mulai tipis itu kemudian banyak menjelaskan filosofi sepak bola yang dikenalkan di La Masia. Menurut pemain Barcelona B pada awal 1990-an tersebut, pemain muda Barcelona didoktrin untuk mengendalikan permainan dengan terus menguasai bola. “Hingga pemain berusia 16 tahun, mereka tidak pernah menjalani latihan kebugaran. Cukup berlatih dengan bola,” jelasnya.
Kemudian, setelah berusia 16 tahun, latihan kebugaran seperti fitnes dan aerobik mulai dikenalkan sedikit demi sedikit, namun selalu disatukan dengan latihan dengan bola.
Metode itu, lanjut Puig, membuat pemain memiliki kemampuan luar biasa dalam menguasai bola. “Saat Barcelona bermain, mereka seperti dilarang memainkan umpan-umpan udara. Bola harus menjejak tanah. Umpan-umpan pendek haruslah mengalir cepat. Itulah yang diajarkan di La Masia. Kita pun pasti senang bermain dalam tim seperti ini. Saat kita senang, dengan mudah kita meraih kemenangan,” paparnya.
Adakah klub yang meniru model La Masia, yang hanya memakan biaya hanya sepersepuluh dari uang transfer 50 juta euro bagi Fernando Torres yang dibayar Chelsea ke Liverpool? “Klub lain seperti Real Madrid memiliki satu sistem akademi yang bagus juga. Bedanya, mereka tidak memakai pemain lulusan akademinya. Itu sama dengan membuat satu Ferrari tapi tidak pernah dipakai,” ujar Puig lantas memberikan selamat karena masih sempat mengunjungi La Masia sebelum direstorasi empat bulan lagi.
La Masia memang akan ditutup akhir musim kompetisi 2010-2011 atau sekitar Juni mendatang. Penggantinya adalah fasilitas baru berkapasitas 70?80 orang di Ciudad Deportiva di Sant Joan Despi. “Fasilitas yang baru sangat modern,” ungkap Fuig.
Rumah pengganti La Masia bertambah luas dari 600 meter persegi menjadi 5.000 meter persegi. Dari dua lantai menjadi lima lantai. Dari fasilitas berumur menjadi fasilitas modern. Fruig menjamin, meski pindah ke tempat baru dengan fasilitas yang lebih wah, spirit kebersamaan seperti di rumah batu tua tetap terjaga. “Rumah batu itu begitu mengesankan. Seluruh bintang yang lahir di sini akan selalu menyimpan kebanggaan pernah tinggal di sana,” kata Fruig lantas mengantar Jawa Pos keluar. (*)jawa pos 

Sumber : Jawa Pos

Thursday, March 10, 2011

Biografi Messi

Lionel Andrés Messi (lahir pada 24 Juni 1987 di Rosario) adalah seorang pemain sepak bola asal Argentina. Posisinya adalah penyerang. Saat ini ia memperkuat FC Barcelona di La Liga (Liga Spanyol). Kemampuannya sering membuatnya dijuluki sebagai "Diego Maradona baru". Pada awalnya pemain bertinggi badan 169 cm ini beraksi di klub Grandoli, klub asuhan Jorge Messi yang tak lain adalah ayahnya Messi.


Kemudian ia beralih ke Newell's Old Boys. Namun klub ini tidak sanggup membayar biaya terapi hormon yang mencapai 500.000 pounds perbulannya. Untunglah Barcelona segera menangkap potensi hebat Leo Messi dan menawarinya pindah ke Spanyol untuk bergabung bersama klub Katalan ini plus membiayai seluruh biaya terapi.

"Saya hanya butuh waktu kurang dari 10 menit untuk yakin bahwa dia memang seorang bintang masa depan." ucap pelatih Barcelona B kala itu, Carles Rexach. "Sepanjang karir saya selama 40 tahun, tak pernah saya melihat seorang pemain yang benar-benar bertalenta. seseorang dengan pengetahuan sepak bola minim pun akan bisa menyadari kemampuan hebat messi."

Bakatnya menarik perhatian dunia sewaktu beraksi bersama tim nasional sepak bola Argentina di Piala Dunia Remaja dan Barcelona pada tahun 2005. Pada tahun 2006 dia berhasil membantu Barcelona sebelum mengalami cedera dalam perlawanan perempatfinal menentang Chelsea di Liga Champions. Messi yang mempunyai tubuh yang agak kecil ini sangat lincah di atas lapangan dan kerap membuka ruang kepada rekan-rekannya yang memburu gol.

Sejarah Barcelona

Klub yang mempunyai motto 'El Barca Es Mas Que Un Club' Barcelona bukan hanya sekedar klub, didirikan oleh 12 orang yang dipimpin Joan Gamper pada tanggal 29 Nopember 1899 di Katalonia.
Barcelona merupakan cerminan sikap politik sayap kiri Spanyol, sikap kaum tertindas, sebuah bangsa (Katalonia) yang hanya akan menjadi bagian dari sebuah negara.
Melalui Barcelona inilah orang Katalonia ingin menunjukkan kelebihan mereka dari penjajah Spanyol. Terutama jika klub ini berhadapan dengan Real Madrid, yang sejak tahun 1930-an jamannya Jendral Franco merupakan klub favorit pemerintah Spanyol, klub ini mempunyai semboyan 'Boleh kalah dengan klub lain, asal tidak denganReal Madrid'.

Manuel Vazquez Montalban, seorang penulis terkenal dari Spanyol menyebutkan, Barcelona sebagai senjata pamungkas bagi sebuah bangsa tanpa negara.
Karena misi yang dianggap suci oleh orang Katalonia itulah, Barcelona selalu menjaga kemurnian tujuan klub. Mereka tidak mau disamakan dengan klub lain, dan tidak mau tunduk dengan nilai-nilai komersial. Karena itulah sampai sekarangBarcelona merupakan satu-satunya klub yang tidak mengijinkan kostumnya dipasangi iklan.
Barcelona merupakan satu-satunya klub di Eropa yang presidennya dipilih oleh pemegang tiket musiman (pendukung paling murni), bukan pula oleh dewan direktur dan bukan pemegang modal. Calon Presiden klub berdebat di televisi, berkampanye mengajukan program layaknya pemilihan Presiden sebuah negara.
Klub ini dijuluki 'Barca' dan 'Los Azulgranas' karena berkostum warna biru dan merah tua, yang konon warna biru merah secara sengaja diambil dari bendera Prancis sebagai bentuk perlawanan terhadap pemerintahan Spanyol di Madrid.
Klub ini juga pernah dihuni pemain-pemain kelas dunia seperti: Johan Cruyff, Maradona, Ronald Koeman, Gary Lineker, Rivaldo, Luis Figo dan juga sang fenomenal Ronaldo.
 
DATA KLUB
Nama lengkap : Barcelona Foot Ball Club
Julukan : Barca, Los Azulgranas
Berdiri : 29 Nopember 1899
Stadion : Nou Camp, Barcelona-Spanyol
Kapasitas : 98.600 penonton
Kostum : Garis-garis Merah Biru-Biru (Kandang), Oranye-Hitam (Tandang)
Presiden : Joan Laporta Estruch

Blogger Followers