News Update :
Showing posts with label Gadget. Show all posts
Showing posts with label Gadget. Show all posts

Saturday, October 13, 2012

HP Nokia 100 : Betrainya bisa tahan selama lebih dari sebulan

Bosan dengan Hp" smart phone canggih, aiii... lowbat mi sede. pasti itu kata yg sering di ucapkan seorang pengguna blackberry. apa gunanya hp canggih, punya aplikasi terbaru tapi kalo mau di pakai nelpon lowbatt lagi, pacce betul. hahaha. ini sambalu ku sy perkenalkan hp yg sederhana tapi ketahananx dan tentu saja murah boleh di coba.

Nokia kembali memperkenalkan ponsel terbarunya bernama Nokia 100, ini adalah hp Nokia termurah karena hanya dibanderol seharga € 20 saja atau setara dengan Rp 246.000, seperti Nokia 100 ini diposisikan sebagai pengganti Nokia 1280 karena memiliki model dan bentuk yang hampir sama terutama keypadnya.

harga Nokia 100 baru bekas, fitur spesifikasi ponsel handphone Nokia 100, Gambar foto kelemahan kekurangan dan kelebihan desain Nokia 100 Ada harga ada fitur, begitulah gambaran sederhana tentang hp Nokia 100 ini, anda tak akan mendapatkan banyak fitur wah di hape satu ini. Ponsel ini hanya menyediakan keperluan dasar sebagai alat penghubung saja, sangat cocok buat anda yang hanya butuh komunikasi suara (telepon) dan SMS saja.

Nokia 100 memiliki layar jenis TFT berukuran 1.8 inci 128 x 160 piksel, FM Radio yang akan menyala dengan headset yang juga tersedia di kotak penjualannya, serta sebuah fitur ajaib yang biasa hadir di ponsel low end Nokia, tahukan kamu apa itu kawan? Ya, Lampu Senter! :D

Nokia 100 adalah ponsel berbasis Series 30 yang terlihat lebih modern dibandingkan dengan seri low end generasi sebelumnya. Ia sudah mensupport ringtone polyphonic 32 channel, kalender dan alarm clock, phonebook hingga 500 entri, serta sebuah aplikasi cost tracking.


harga Nokia 100 baru bekas, fitur spesifikasi ponsel handphone Nokia 100, Gambar foto kelemahan kekurangan dan kelebihan desain Nokia 100

Ponsel yang memiliki ukuran 110 x 46 x 15mm dan berat hanya 70 gram ini berjalan di jaringan Dual Band GSM 900/1800 atau 850/1800. Tak ada kamera dan bluetooth di sini, mungkin ini adalah salah satu kelemahan Nokia 100.

Tapi jangan khawatir, masih ada kelebihan tersendiri Nokia 100 ini. Ya, dengan baterai Li-Ion 850 mAh saja, Nokia 100 dapat bertahan selama lebih dari sebulan (atau tepatnya 35 hari). Rencananya ponsel ini akan diluncurkan pada Q4 tahun ini (Oktober - Desember).

Lihat Spesifikasi lengkap Nokia 100

Sunday, June 12, 2011

Pake Paket Telkomsel Blackberry Lifestyle Tapi Tetap Bisa Browsing

Mungkin teman-teman ada yang belum tahu, saya coba share aja. Saya pake paket Blackberry Lifestyle Tekomsel tarif 2000/hari tapi saya tetap bisa browsing. Gimana caranya??? berikut saya bahas.

Caranya silahkan download terlebih dahulu Opera Mininya, untuk download opera mini silahkan anda gunakan jaringan WIFI atau anda gunakan paket unlimited terlebih dahuluh untuk download opera mininya. Kalau sudah download agar kita bisa akses internet dengan menggunakan opera mini silahkan anda melakukan pensettingan di bawah ini:
1. Masuk ke menu Option -> Advance Option -> TCP/IP
2. Cheklist APN Settings Enable dan isi APN dengan menggunakan internet (pake huruf kecil semuanya)
3. Kemudian buka Opera masuk ke menu setting- advanced-protocol- pilih http
4. Silahkan restart dan anda coba akses.

Agar akses internetnya murah silahkan pake paket Telkomsel Flash, untuk registrasi flash nya caranya bisa di akses disini. Tapi kekuranganya aksesnya lambat, tidak secepat anda menggunakan Blackberry Browser.

Silahkan di coba mudah-mudahan bermanfaat, jangan lupa post comment ya buat sharing pengalaman dengan yang lain.

Sunday, May 29, 2011

Pertarungan Spesifikasi Tablet (Ipad, Samsung, Blackberry, Dell)

 
Beberapa waktu ini para vendor sedang berlomba-lomba untuk meluncurkan laptop dalam bentuk tablet, yang bisa mudah dibawa kemana-mana. Saat ini yang sudah beredar dipasaran adalah Apple iPad, Dell Streak, Samsung Galaxi Tab, dan disusul pendatang baru Blackberry Playbook dari RIM.
Masing-masing tablet mempunyai kelebihan dan kekurangan sendiri-sendiri, sehingga kita dituntut untuk jeli memilih yang sesuai dengan kebutuhan kita. Tabel dibawah ini akan menunjukkan perbandingan spesifikasi masing-masing tablet tersebut. mana pilihan mu ?

Perbandingan spesifikasi:







BlackBerry
Playbook
Apple
iPad
Samsung
Galaxy Tab
Dell
Streak
Screen size
7 inches 9.7 inches 7 inches 5 inches
Resolution
1024 x 600 1024 x 768 1024 x 600 800 x 480
Pixel density (approx.)
170 133 170 187
Platform
BB Tablet OS iOS 3.2.2 (4.2 in November) Android 2.2 Froyo Android 2.2 Froyo 
Adobe Flash support
10.1 Not Supported 10.1 Not supported
Processor
1GHz dual-core Cortex A9 1GHz Apple A4 (ARMv7) 1GHz Cortex A8 1GHz Snapdragon
Graphics
Unknown PowerVR SGX 535 PowerVR SGX 540 Adreno 200
RAM
1GB 256MB 512MB 512MB
Internal Storage
16GB / 32GB (unconfirmed) 16GB / 32GB / 64GB 16GB / 32GB 2GB
Expansion
Unknown None microSD microSD
Connectivity
802.11 a/b/g/n, Bluetooth 2.1 + EDR 802.11 a/b/g/n, Bluetooth 2.1 + EDR 802.11 b/g/n, Bluetooth 3.0 802.11 b/g, Bluetooth 2.1 + EDR
Cellular data
3G and 4G promised for future 3G optional (GSM) 3G (all carriers) 3G (sold via AT&T)
GPS
None 3G models only Yes Yes
Camera
3MP front,
5MP rear
None 1.3MP front,
3MP rear
VGA front,
5MP rear
Weight
0.9 lbs
(0,41 kg)
1.5 – 1.6 lbs
(0,7 – 0,8 kg)
0.84 lbs
(0,38 kg)
0.49 lbs
(0,22 kg)

Samsung Galaxy Tab 2


Versi kedua dari tipe Samsung Galaxy Tab sebelumnya ini menggunakan layar LCD-TFT dikarenakan minimnya perse dari Super AMOLED . Pertimbangannya dari pada harus menunggu Android 3.0 alias Honeycomb, maka pihak Samsung memutuskan Galaxy Tab akan dirilis menggunakan dukungan Gingerbread. Seperti yang kita tau saingan berat Samsung yaitu HTC juga akan meluncurkan HTC Flyer dengan dukungan Gingerbread, dan suatu saat nanti juga dapat di update ke Honeycomb.

Mengenai spesifikasi yang akan digunakan juga telah terpasang. Berikut spesifikasi yang diisukan akan digunakan:

* Layar 3D (setelah upgrade ke Android 3.0 Honeycomb)
* Prosesor NVIDIA Tegra 2
* Layar 7 inci
* Kaca Gorilla Glass
* Kamera belakang 8.0 MP dengan kemampuan merekam video 1080p dan dengan Dual LED flash
* Kamera depan 3.0 MP
* 3G
* Wi-Fi 802.11 b/g/n, Bluetooth v3.0
* Port USB
* Memori internal 64 GB
* Slot MicroSD (hingga 32 GB)
* RAM 1024 MB
* Accelerometer, Gyroscope, Compass, Barometer
* Warna: Black-Black, Black-Silver, White-Silver.


Sumber : My Experience

Thursday, March 31, 2011

Blackberry Vs Nokia

Kehadiran perangkat kecil berwarna hitam (ada juga warna putih) seakan mengubah gaya hidup sebagian masyarakat di Tanah Air. Ya, BlackBerry yang mengandalkan BlackBerry Internet Service (BIS) dengan fitur unggulan push e-mail dan BlackBerry Messenger (BBM) seperti menyihir dunia, tak terkecuali Indonesia .

Aplikasi sederhana messenger Blackberry yang dalam pembuatannya mungkin bila ditiru oleh anak bangsa hanya menelan ratusan juta rupiah benar-benar merebut perhatian masyarakat pengguna telekomunikasi, bahkan pengguna smartphone sekali pun.

Keunggulan aplikasi BBM membuat booming perangkat BlackBerry menerobos kemapanan Pesaing sekelas Nokia serta menurunkan Image Pengguna akan Eksklusifitas Nokia.  Aplikasi serupa sebenarnya sudah dicoba ditanamkan dalam produk lainnya seperti Nexian atau produk Messenger yang banyak ditawarkan operator lokal.

Namun karena momentum aplikasi serta  jaringan yang sudah sangat luas, membuat aplikasi BlackBerry Messenger tak tergantikan untuk sementara. Demam Blackberry di Tanah Air tampaknya kian tak tertahankan. Laju penjualannya terus melesat, dan menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara dengan pertumbuhan pengguna BlackBerry tertinggi di dunia. Booming BlackBerry di Indonesia ternyata membawa implikasi jatuhnya pamor Nokia, yang sebelumnya sangat menguasai pasar di Tanah Air. Inovasi Nokia yang sangat signifikan ternyata kalah hanya oleh suatu aplikasi sederhana, yang sebenarnya anak bangsa juga sudah bisa membuatnya, yaitu BBM (Blackberry Messenger).

Produk smartphone keluaran Nokia seperti tersandung, dan pasarnya tergerus oleh smartphone keluaran Research in Motion (RIM). Apabila fenomena tersebut terus berlangsung, maka produk smartphone Nokia diyakini lama-lama akan sulit merajai kembali pasar, apalagi BlackBerry terus menelorkan inovasi dalam produk-produk terbarunya, terutama dalam hal kemudahan penggunaan aplikasi chatting lainnya, seperti Yahoo Messenger dan Google Talk serta upload ke jejaring social yang marak saat bersamaan kelahiran Blackberry ke Tanah air ditambah lagi kemudahan dalam sistem pembayaran yang semakin murah.

Apabila Nokia tidak juga berbenah terutama dalam perang inovasi dan aplikasi yang sengit bukan lagi perang mengandalkan teknologi tinggi ( hi-tech), maka produk asal Finlandia itu harus melupakan mimpinya untuk terus menguasai pasar ponsel di Indonesia. Selain aplikasi BBM dan push e-mail, sebenarnya ada dua faktor utama yang berperan dalam melambungnya produk BlackBerry tersebut, yaitu produk yang inovatif dengan desain amat elegan dengan penempatan keyboard-nya yang sangat ergonomis dan teknologi browsing-nya yang user friendly, hanya cukup menekan satu tombol saja. Desainnya juga sangat cantik membuat produk smartphone Nokia Communicator menjadi terlihat sangat jadul.

Aplikasi lain yang menjadi keunggulan BlackBerry adalah system full backup/recover sebagian maupun sepenuhnya mempermudah pengguna dalam mem-backup data-data penting. Ketika mengganti unit blackberry baru, pengguna juga cukup menggunakan fungsi change device dan data-data penting beserta setting dan 3rd party software (jika compatible) ter-copy dengan mudah ke device BlackBerry baru. Profile pada BlackBerry juga sangat fleksibel, untuk setiap account email, sms, mms, phone, facebook, dan lainnya dapat diatur ringtone/vibrate dan led sign-nya.

Fungsi BBM yang mampu membuat chatting kita nyaman dengan tidak hanya menyediakan fungsi chatt type, namun juga send type dan rekaman sebesar 10Kb – membantu sekali saat sedang tidak bisa mengetik pesan dan tinggal merekam ucapan sekitar lima detik dan mengirimkan kepada lawan chat kita. Pada fungsi baru di OS versi 5.0 bahkan terintegrasi dengan fungsi SMS dan dapat mengirimkan pesan lokasi dlsb.

Meski ada begitu banyak keunggulan, BlackBerry juga memiliki beberapa kelemahan, diantaranya belum (hingga tulisan ini ditulis) mendukung conference call, seluruh 3rd party software terinstall bersama pada memory internal, sehingga dengan memory internal (RAM) BlackBerry yang terbatas, tidak banyak software 3rd party yang dapat diinstall (terutama pada blackberry type lama), meskipun sudah tersedia software yang dapat memindahkan instalasi 3rd party software pada memory card-saat digunakan program 3rd party tetap di load di internal memory (RAM).

Synchronisasi antara email di blackberry dan server, terutama untuk email yang sudah kita delete di BlackBerry sering tidak bekerja dengan baik, sehingga sering kali email yang sudah kita delete di blackberry dan kita purge serta reconsile (dari menu Reconsile), tetap tertarik di mail client PC/Laptop kita, tentunya hal ini menjengkelkan karena kita harus memeriksa kembali mana email yang harus di delete kembali maupun yang tidak kita delete di BlackBerry untuk kita arsipkan di mail client PC/Laptop kita.

Selain itu, browser bawaan BlackBerry tidak sempurna menampilkan webpage ber-javascript dan animasi, bagi yang ingin menggunakan klikbca.com misalnya, harus menggunakan 3rd party software MiniOpera untuk mengatasi masalah ini.

Aspek Ketergantungan
Faktor lain yang tak kalah penting dalam melambungkan pasar BlackBerry adalah karena adanya aspek ketergantungan dan jalinan networking yang tanpa terasa menjadikan penggunanya seperti bergantung dan tidak bisa lepas sama sekali dari perangkat tersebut.

Aspek networking yang disihir melalui BBM itu lah yang menjadikan seseorang harus memiliki BlackBerry agar bisa menjalin komunikasi dengan relasi lain yang juga menggunakan BlackBerry, karena SMS, yang banyak digunakan melalui Nokia dan ponsel 'konvensional' lainnya relatif lebih mahal, sedangkan BBM dapat digunakan gratis sepuasnya dan hanya membayar Rp100.000-Rp150.000 setiap bulannya.

Faktor lainnya adalah adanya stigma seseorang akan ketinggalan zaman apabila belum menggunakan BlackBerry. Hal ini sebenarnya merupakan promosi gratis bagi vendor asal Kanada tersebut, karena banyak memunculkan jutaan sales BlackBerry yang mempengaruhi teman dan keluarganya sekali lagi karena agar bisa terhubung dengan aplikasi messenger Blackberry.

Efek semacam ini pelan-pelan bergerak seperti bola salju dan pada titik tertentu, akan menciptakan momentum ledakan penjualan. Ini tentu berbeda dengan smartphone Nokia yang jor-joran mengeluarkan puluhan miliar rupiah untuk mengiklankan produknya dimana-mana meski hasilnya untuk pasang iklan dimana-mana, namun hasilnya tak juga maksimal. Menyadari serbuan BB yang kian tak tertahankan, Nokia mencoba merilis seri E, yang merupakan rangkaian produk smartphone dengan beragam keunggulan. Namun sayang, laju penjualannya tak juga maksimal. Tren diatas tak pelak telah membuat Nokia segera berbenah, sebab jika mereka terus gagal membalikkan tren itu, maka masa depan mereka benar-benar berada dalam kekelaman. Sebab pada sisi lain, secara global Nokia juga harus menahan laju produk dahsyat lainnya, yakni iPhone dari Apple yang juga terus menggerus pangsa pasar Nokia.

Serangkaian kisah di atas tampaknya kian menegaskan arti penting inovasi serta Killer application  atau aplikasi unggulan yang bisa diterima masyarakat kita dari sekedar mengandalkan teknologi Tinggi (Hi-tech).

Perang Aplikasi dan Content 
Dari pengalaman diatas kita dapat belajar bahwa Anak bangsa punya peluang besar dalam Industri Kreatif berbasis Teknologi informasi ..dimana satu aplikasi unggulan saja yang disukai masyarakat akan membuat kita sukses bahkan bisa merajai dan mengalahkan para Industrialis teknologi sekalipun sekelas Nokia' yang tidak pernah terbayangkan sebelum nya pada era sebelum Booming Internet.

Biaya yang dikeluarkan untuk pembuatan satu aplikasi unggulan seperti, Facebook,twitter, yahoo messenger, blackberry messenger serta buatan anak bangsa seperti portal detik,kaskus,koprol..akan jauh lebih murah daripada membangun Pabrik 'Handphone' bahkan lebih murah dari distributor Handphone apalagi industri diluar teknologi yang semakin kita ketinggalan melawan Negara-negara Asia lain nya. Bahwa sudah saat nya pemerintah terbuka matanya untuk membangun kawasan Industri Aplikasi atau content sama penting nya kalo tidak mau dibilang extreme lebih baik daripada terlalu banyak kawasan industri yang berbiaya mahal namun impact nya tidak se-Masif kawasan industri aplikasi/content.

Dan mudah-mudahan kita tidak sekali lagi ketinggalan membangun industri kreatif basis teknologi ini seperti media audio Visual kita sudah mulai di serbu produk korea , India ,bahkan Malaysia dengan 'Upin & Ipin nya'. Dan memang Sulit bagi Pemerintahan sekarang karena mereka yang terpilih hampir sebagian besar kelompok Gatek en Jadul ( Gagal teknologi en Jaman Dulu ) kalo mengambil istilah bahasa anak muda sekarang sehingga sulit bagi beliau yang menjabat untuk sekedar memahami saja..jangankan bertindak Cepat..dan mudah-mudahan itu hanya kegelisahan penulis saja bukan kondisi yang sebenar nya terjadi di Negara kita yang tercinta Ini.
 

Sumber : My Research

Blogger Followers